Rabu, 06 Juni 2018

NIAT DAN LAFADZ ZAKAT FITRAH 2018


Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Niat ini diucapkan oleh diri kita sendiri tanpa diwakilkan kepada orang lain. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut :
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta'ala


Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Jika seorang suami ingin membacakan niat zakat fitrah untuk istrinya, maka lafadznya adalah sebagai berikut :
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta'ala


Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
Bagi orang tua yang memiliki seorang anak laki-laki yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya :
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala


Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Bagi orang tua yang memiliki seorang anak perempuan yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya : 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala


Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.


Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 
Artinya :
Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala


Selasa, 29 Mei 2018

Cara bayar BPJS Kesehatan

Bayar BPJS Melalui ATM BRI

Untuk membayar BPJS Melalui ATM Bank BRI berikut beberapa langkah yang harus Anda ikuti :
  • Masukan kartu ATM ke Mesin ATM
  • Pilih Bahasa kemudian ketik nomor PIN
  • Selanjutnya pilih “Transaksi Tunai”, atau “Paket Tunai” pada menu
  • Lalu pilih “Transaksi Lainnya”
  • Pilih “Pembayaran”
  • Setelah itu akan muncul pilihan, pilih “Lainnya” sampai Anda jumpai menu BPJS jika belum ada maka pilih lagi “Lainnya”
  • Pilih BPJS
  • Pilih BPJS Kesehatan
  • Masukan nomor virtual account Anda
  • Muncul nama dan cek kesesuaian data
  • Masukan jumlah nominal yang akan dibayar sesuai kelas Anda.

semoga bermanfaat

Jumat, 25 Mei 2018

permasalahan khuntsa musykil

Khuntsa musykil


Khuntsa musykil

PERTANTANYAAN

Dora Kasroh
Ada seseorang yang mempunyai dua jenis kelamin ( dzakar dn farji ) ketika orang tersebut memasukkan salah satu alat
vitalnya sendiri apa hal tersebut diwajibkan mandi  ? dan dihukumi zina ?

JAWABAN


===> Mas Hamzah

dalam kasus spt itu tdk diwajibkan mandi juga tdk disebut sebagai zina,
begitu juga jk ada dua orang khuntsa yg saling memasukkan alat kelaminnya kepada temannya, maka tdk dihukumi zina, jg tdk wajib mandi.

dari kitab majmu' imam nawawi

ولو أولج في فرج أو أولج رجل في قبله لم يتعلق به حكم الوطء
فلو أولج في امرأة وأولج في قبله رجل ، وجب الغسل على الخنثى

jika seorang khuntsa (banci berkelamin ganda) memasukkan dzakarnya kedalam farji (farjinya sendiri) atau seorang lelaki memasukkan dzakarnya kedalam qubulnya khuntsa maka ini tdk ada hubungannya dengan hukum wati (dalam artian tdk wajib mandi )
jika seorang khuntsa memasukkan dzakarnya kedalam farji seorang perempuan dan seorang lelaki memasukkan dzakarnya kedalam qubulnya khuntsa maka khuntsa tersebut berkewajiban utk mandi.

ولو أن خنثيين أولج كل واحد في فرج صاحبه ، فلا شيء على واحد منهما ،

jikalau ada dua orang khuntsa saling memasukkan dzakarnya ke farji temanyya maka tdk ada kewajiban apapun terhadap salah seorang dari keduanya (dlm artian dua2nya tdk wajib mandi )

PENJELASANNYA SEPERTI BERIKUT :

khuntsa (orang yg berkelamin ganda ) ini tdk bisa dianggap dua kelaminnya asli semua tapi yg dianggap cuma satu dan yg satu lagi adalah tambahan.

jadi misalkan dia memasukkan salah satu alat kelaminnya ke dalam satunya lg maka tdk mewajibkan mandi jg tdk dianggap zina, karena sdh jelas yg satu asli dan yg satu tambahan.

begitu jg jika ada seorang lelaki yg memasukkan dzakarnya kedalam alat kelaminnya khuntsa, mk khuntsa ini tdk wajib mandi jg tdk dianggap zina karena ditanggungkan thd alat kelamin yg tambahan.

jika khunts ini memasukkan alat kelaminnya kedalam farji seorang perempuan DAN ada seorang lelaki yg memasukkan dzakarnya kedalam alat kelaminya khuntsa (ini berarti prakteknya tiga orang) maka khuntsa berkewajiban mandi dan ini jg jelas dianggap zina,
alasan karena jika yg tambahan itu masuk kefarji perempuan maka yg asli dimasuki yg laki2, ini berarti wajib mandi.
atau misalkan yg tambahan itu dimasuki oleh yg laki2 maka yg asli masuk kedalam farjinya perempuan , ini pun mewajibkan mandi.

sedangkan jika ada dua khuntsa yg saling memasukkan alat kelaminnya maka ini juga di tanggungkan atas tambahan tadi.

wallohu a'lam.

مسألة: الجزء الثاني التحليل الموضوعيقال المصنف رحمه الله تعالى ( وإن مس الخنثى المشكل فرجه أو ذكره أو مس ذلك منه غيره لم ينتقض الوضوء ، حتى يتحقق أنه مس الفرج الأصلي أو الذكر الأصلي ، ومتى جوز أن يكون الذي مسه غير الأصلي لم ينتقض الوضوء ; ولذا لو تيقنا أنه انتقض طهر أحدهما ولم نعرفه بعينه لم نوجب الوضوء على واحد منهما ، لأن الطهارة متيقنة ، ولا يزال ذلك بالشك ) .
الحاشية رقم: 6ولو أولج [ ص: 58 ] في فرج أو أولج رجل في قبله لم يتعلق به حكم الوطء فلو أولج في امرأة وأولج في قبله رجل ، وجب الغسل على الخنثى ويبطل صومه وحجه لأنه إما رجل أولج ، وإما امرأة وطئت ، ولا كفارة عليه في الصوم إن قلنا : لا يجب على المرأة ، لاحتمال أنه المرأة ويستحب له إخراجها . قال البغوي : وكل موضع لا نوجب الغسل على الخنثى لا نبطل صومه ولا حجه ولا نوجب على المرأة التي أولج فيها عدة ، ولا مهر لها ولو أولج ذكره في دبر رجل ونزعه لزمهما الوضوء لأنه إن كان رجلا لزمهما الغسل وإن كان امرأة فقد لمست رجلا وخرج من دبر الرجل شيء ، فغسل أعضاء الوضوء واجب ، والزيادة مشكوك فيها والترتيب في الوضوء واجب لتصح طهارته ، وقيل لا يجب وهو غلط وسنوضحه في بابه إن شاء الله تعالى
ولو أن خنثيين أولج كل واحد في فرج صاحبه ، فلا شيء على واحد منهما ، لاحتمال زيادة الفرجين ، ولو أولج كل واحد في دبر صاحبه ، لزمهما الوضوء بالإخراج ، ولا غسل لاحتمال أنهما امرأتان ، ولو أولج أحدهما في فرج صاحبه ، والآخر في دبر الأول لزمهما الوضوء بالنزع لاحتمال أنهما امرأتان ولا غسل


LINK ASAL
LINK DISKUSI